Selasa, 13 Oktober 2009

NASIB MEDIA YANG GULUNG TIKAR

Sekitar 71 persen atau 1.191 media dari total 1.678 media yang terbit pasca reformasi, mengalami bangkrut karena tidak sehat menajemen dan pengelolaan bisnis. Perkembangan media pasca reformasi sangat pesat, namun hanya sedikit yang bertahan yakni sekitar 487 pada tahun 2000.
Menurut data Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) pada tahun 1997 sebagai awal reformasi jumlah media cetak hanya 289, namun setelah SIUPP dicabut pada tahun 1999, tercatat 1.678 media atau naik hampir 600 persen setelah reformasi, dari jumlah tersebut hanya 487 yang bertahan, selebihnya 1.191 bangkrut.
Sementara perkembangan media saat ini, menurut data SPS pusat sebanyak 1.300 media tidak terbit, sedag yang masih beroperasi tinggal 869 penerbitan dan hanya 30 persen diantaranya yang sehat bisnis.
Tabloid Citra sebagai contohnya, tabloid musik, televisi dan hiburan terbitan Kelompok Kompas Gramedia ini pernah menjadi tabloid hiburan yang sangat populer dan disegani para selebritis dan kalangan hiburan, terutama setelah tabloid serupa, Monitor, dicabut izin terbitnya. Namun Citra kemudian tidak mampu bersaing dengan tabloid serupa lainnya dan tidak terbit lagi sejak November 2004. sejak Januari 2005 Tabloid Citra Diganti Genie. Akan tetapi dengan adanya media online sedikit banyak membantu media-media untuk bangkit lagi. Seperti yang dilakukan oleh Tabloid Citra, setelah tidak sanggup lagi di media cetak, maka media online-lah yang menjadi solusi terbaik.
Mengenai penyebab bangkrutnya ribuan media itu, selain karena krisis ekonomi yang memicu daya beli masyarakat menurun, juga karena persaingan yang semakin tajam dan adanya kecenderungan media tidak memperdulikan pembaca, sehingga menampilkan isi yang tidak menarik bagi pembacanya., berkaitan dengan hal tersebut, selain memperhatikan manajemen perusahaan media, juga berusaha meningkatkan kualitas SDM, sehingga mampu menjadi media yang berperan penting di masyarakat, sekaligus dapat menjaga eksistensinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar